6 Kisah dari Peristiwa Penerbangan Asiana Airlines

No comments
Mata Dunia Lain -
Sabtu (6/7) lalu menjadi hari kelabu bagi maskapai penerbangan Korea Selatan, Asiana Airlines. Pesawat Boeing 777 milik mereka mengalami crash landing di Bandara San Fransisco, AS. Dua orang tewas dan 181 lainnya luka-luka.

Sejumlah fakta belakangan terkuak. Ada yang berhubungan dengan kronologi kecelakaan pesawat. Sebagian lagi, cerita pilu tentang para korban dan sisi lain dari tragedi tersebut.

Berikut 6 kisah dari San Fransisco,dikutip dari News.detik:

1.Korban Tewas Diduga Tertabrak Mobil Penolong
Korban Tewas Diduga Tertabrak Mobil Penolong
[lihat.co.id] - Ada dua orang korban tewas dalam tragedi Asiana Airlines di San Fransisco. Mereka adalah para remaja asal China.

Salah satu korban tewas kemungkinan karena tertabrak kendaraan emergency. Sebab jasadnya ditemukan di luar landasan.

Koroner San Fransisco masih berusaha mengkonfirmasi dugaan ini.

Total ada 291 penumpang dan 16 kru pesawat. Dari jumlah tersebut, 181 orang mengalami cedera, dan enam di antaranya kritis. Sebagian besar dari mereka terjebak dalam kobaran api saat pesawat jatuh.

2.Dipastikan Bukan Aksi Teroris
Dipastikan Bukan Aksi Teroris
[lihat.co.id] - Meski penyebab pasti kecelakaan masih ditelusuri, FBI sudah memastikan insiden Asiana Airlines bukan serangan teroris. Tak ada tanda-tanda pembajakan atau sabotase.

Dari hasil pengamatan sementara, diduga pesawat itu mendarat dengan kecepatan lambat dan posisinya terlalu rendah. Pilot sudah berusaha meningkatkan kecepatan sekitar 7 detik sebelum jatuh. Namun tak mampu mengubah keadaan.

Sempat muncul peringatan dari pihak bandara soal kemungkinan pesawat jatuh. Pilot juga hendak membatalkan pendaratan, namun ekor pesawat terlanjur mengenai tembok pembatas laut.

3.Insiden Kecelakaan Kedua
Insiden Kecelakaan Kedua
[lihat.co.id] - Asiana Airlines adalah maskapai terbesar kedua dari Korea Selatan. Ini adalah insiden kedua yang dialami perusahaan tersebut. Kejadian pertama berlangsung pada tahun 1993 di Korsel dan menimbulkan 68 korban jiwa.

Ini adalah insiden pertama di AS yang melibatkan maskapai penerbangan besar sejak peristiwa "9/11" pada November 2001. Kala itu pesawat American Airlines dibajak dan menabrak gedung WTC. Korban tewas 260 orang.

4.Evakuasi Dibantu Kambing
Evakuasi Dibantu Kambing
[lihat.co.id] - Proses evakuasi pesawat Boeing 777 Asiana Airlines sangat terbantu dengan rumput yang pendek di Bandara San Francisco, AS, sehingga api tak menyebar. Siapa sangka yang berjasa memotong rumput ini adalah para kambing.

Fuzzy, Cookie, Mable, Alice dan hampir 400 kambing lain adalah tim pemotong rumput di Bandara Internasional San Francicso. Caranya gampang, mereka memakan rumput yang sudah panjang di bandara. Ini bukannya tanpa alasan.

Dua hewan langka yaitu ular garter San Francisco dan katak berkaki merah California, hidup di rerumputan bandara. Penggunaan mesin pemotong rumput dikhawatirkan membunuh mereka. Oleh karena itu, dalam 5 tahun terakhir, pihak bandara mengerahkan tim kambing dari Goat R Us yang dibayar USD 14.900 (Rp 148,2 juta) setahun untuk memakan rumput di bandara.

"Kalau penumpang pesawat lepas landas dan terbang di atas kambing-kambing kami, pasti kaget," kata Terri Oyarzun, pemilik Goat R Us, seperti dikutip dari News.com.au, Sabtu (6/7/2013).

Kambing ini dibawa 50 km dari Orinda, California, dengan truk panjang dan besar. Dengan dijaga penggembala dan anjing gembala, kambing-kambing ini bertugas selama 2 minggu memotong rumput dan menciptakan firebreak selebar 7 meter.

5.Bos Asiana Meminta Maaf Sambil Membungkuk
Bos Asiana Meminta Maaf Sambil Membungkuk
[lihat.co.id] - Ditayangkan langsung televisi, Presiden Asiana Airlines meminta maaf atas kecelakaan maut pesawat di San Fransico, Amerika Serikat. Dia membungkuk sambil berempati pada keluarga korban tewas.

"Saya menundukkan kepala dan menyampaikan permintaan maaf saya yang terdalam," kata Yoon Young-doo, presiden maskapai tersebut.

Dalam kesempatan itu Young-doo menyebutkan semua kru pesawat adalah orang-orang terlatih. Tak terkecuali sang pilot yang sudah memiliki 10 ribu jam terbang. Kala itu pesawat dikendalikan oleh pilot Lee Jeong-min dan Lee Gang-guk.

Dia menduga, kecelakaan itu bukan disebabkan oleh keteledoran pilot. Namun untuk kerusakan mekanik, belum ada kepastian.

6.Muncul Video Amatir Detik-detik Kecelakaan
Muncul Video Amatir Detik-detik Kecelakaan
[lihat.co.id] - Adalah seorang planespotter atau orang yang gemar memfoto atau mengamati pesawat terbang, bernama Fred Hayes yang tidak sengaja merekam detik-detik insiden tersebut. Hayes mengambil gambar dari seberang landasan, atau tepatnya di sebuah teluk.

Rekaman Hayes cukup jelas menunjukkan bagaimana badan pesawat milik maskapai asal Korea Selatan tersebut menghantam landasan. Kemudian bagian hidung pesawat terangkat kembali ke udara sebelum akhirnya jatuh kembali ke tanah dengan suara dentuman keras dan diwarnai asap pekat.

Terdengar Hayes berteriak: "Oh, my God. Oh, Lord have mercy!"

Hayes menuturkan, bunyi keras bagaikan suara guntur terdengar saat pesawat tersebut menghantam landasan. Hayes sendiri mengaku awalnya tidak melihat ada yang aneh dengan pesawat yang membawa total 307 penumpang dan awak ini.

"Ketika saya melihat pesawat ini datang, semuanya terlihat baik-baik saja hingga ketika saya benar-benar memperhatikannya, saya melihat bahwa hidung pesawat tersebut terangkat ke udara," jelasnya.

"Dan saya tetap memperhatikannya. Saya pikir pesawat itu akan lepas landas dan mengudara, tapi dia tetap di darat," imbuh Hayes.

Related Posts: 6 Kisah dari Peristiwa Penerbangan Asiana Airlines

No comments: 6 Kisah dari Peristiwa Penerbangan Asiana Airlines

Blog Archive